Warga Aceh Grebek Pasangan Gay, Begini Pengakuan Pelaku Dan Video Penggerebekannya
Thursday, March 30, 2017
Warga Aceh dibuat heboh dengan aksi penggerebekan pasangan gay di sebuah kamar kost di kawasan Gampong Rukoh, Syiah Kuala, Banda Aceh.

Mereka berhasil diamankan warga ketika tengah memadu kasih tanpa mengenakan sehelai benang pun. Bahkan, pada video yang beredar di media sosial, salah satu pelaku tampak belum mengenakan pakaian dan tengah menelepon seseorang.
Sementara pemuda lainnya yang hanya mengenakan celana pendek tampak menundukkan kepala dan berusaha keluar dari kamar tapi dihalangi warga.
Kedua pemuda yang tertangkap ini adalah MT asal Sumatera Utara dan MH asal Jeunib. Warga kemudian menyerahkan mereka pada Polisi Syariah Aceh.
Setelah ditelusuri, pasangan ini mengaku telah menjalin asmara sejak tiga bulan silam. Keduanya bertemu setelah berkenalan melalui sosial media Facebook.
“Kami kenalan melalui FB, saya suka sama dia. Saya ajak dan dianya mau dan lanjutkan hubungan,” ujar MT dilansir jpnn.com dari Rakyat Aceh, Kamis (30/3/2017).
MT mengaku, ketika menjalin hubungan dirinya berperan sebagai pasangan pria. Ia juga mengatakan, di kota asalnya, Medan, sering melakukan hubungan terlarang dengan pria.

Mereka berhasil diamankan warga ketika tengah memadu kasih tanpa mengenakan sehelai benang pun. Bahkan, pada video yang beredar di media sosial, salah satu pelaku tampak belum mengenakan pakaian dan tengah menelepon seseorang.
Baca Juga
Sementara pemuda lainnya yang hanya mengenakan celana pendek tampak menundukkan kepala dan berusaha keluar dari kamar tapi dihalangi warga.
Kedua pemuda yang tertangkap ini adalah MT asal Sumatera Utara dan MH asal Jeunib. Warga kemudian menyerahkan mereka pada Polisi Syariah Aceh.
Setelah ditelusuri, pasangan ini mengaku telah menjalin asmara sejak tiga bulan silam. Keduanya bertemu setelah berkenalan melalui sosial media Facebook.
“Kami kenalan melalui FB, saya suka sama dia. Saya ajak dan dianya mau dan lanjutkan hubungan,” ujar MT dilansir jpnn.com dari Rakyat Aceh, Kamis (30/3/2017).
MT mengaku, ketika menjalin hubungan dirinya berperan sebagai pasangan pria. Ia juga mengatakan, di kota asalnya, Medan, sering melakukan hubungan terlarang dengan pria.
“Di Medan sering, kalau di sini hanya dengan dia,” akunya.
MH kemudian melanjutkan kisah mereka. Menurutnya, bukan kali ini saja mereka melakukan hubungan tersebut. Seingatnya, mereka telah dua kali berhubungan badan di tempat yang sama.
“Sebelumnya dua bulan lalu,” ujar MH.
Malam itu, MT datang ke kamar kost MH sekitar pukul 7.30 WIB. Mereka kemudian berbincang sebelum berlanjut ke adegan panas.
“Ini pertemuan terakhir, setelah sempat berbincang-bincang saya memeluknya (MT),” ungkapnya.
Namun, ketika keduanya tengah asyik memadu kasih, tiba-tiba warga menggrebeknya.
“Pada saat sedang posisi begitu, tiba-tiba pintu didobrak masyarakat dan kami langsung dibawa setelah disuruh pakai baju kembali,” kisah MH.
Jika dihukum berdasarkan syariat Islam yang berlaku di Aceh, keduanya kemungkinan besar akan menerima hukuman cambuk di hadapan ratusan warga Aceh.
MH kemudian melanjutkan kisah mereka. Menurutnya, bukan kali ini saja mereka melakukan hubungan tersebut. Seingatnya, mereka telah dua kali berhubungan badan di tempat yang sama.
“Sebelumnya dua bulan lalu,” ujar MH.
Malam itu, MT datang ke kamar kost MH sekitar pukul 7.30 WIB. Mereka kemudian berbincang sebelum berlanjut ke adegan panas.
“Ini pertemuan terakhir, setelah sempat berbincang-bincang saya memeluknya (MT),” ungkapnya.
Namun, ketika keduanya tengah asyik memadu kasih, tiba-tiba warga menggrebeknya.
“Pada saat sedang posisi begitu, tiba-tiba pintu didobrak masyarakat dan kami langsung dibawa setelah disuruh pakai baju kembali,” kisah MH.
Jika dihukum berdasarkan syariat Islam yang berlaku di Aceh, keduanya kemungkinan besar akan menerima hukuman cambuk di hadapan ratusan warga Aceh.